Selasa, 30 Desember 2025

Waktu, Anugerah Allah yang Menumbuhkan

Rabu, 31 Desember 2025

Masa Natal
Warna Liturgi: Putih
1Yoh 2:18–21; Yoh 1:1–18

WAKTU adalah anugerah Allah yang sering kita terima begitu saja. Di penghujung tahun, Sabda hari ini mengajak kita melihat waktu bukan sekadar deretan hari yang berlalu, melainkan ruang rahmat tempat Allah berkarya. “Firman telah menjadi manusia” (Yoh 1:14) menunjukkan bahwa Allah masuk ke dalam waktu manusiawi, menyertai setiap proses hidup kita; termasuk saat-saat kecil yang tampak biasa namun bermakna di mata-Nya.

Dalam terang 1 Yohanes, kita diingatkan untuk setia pada kebenaran yang telah kita terima sejak awal. Kesetiaan itu sering terwujud bukan dalam hal besar dan spektakuler, melainkan dalam tindakan kecil yang dilakukan terus-menerus: doa yang sederhana namun tekun, kerja yang jujur, kesabaran dalam keluarga, dan kepedulian harian kepada sesama. Menghargai waktu berarti menggunakan setiap kesempatan kecil untuk tetap setia pada terang Kristus.

Proses dalam kurun waktu inilah yang menumbuhkan kehidupan. Seperti benih yang bertumbuh perlahan, dari kecil menjadi besar, dari sedikit demi sedikit menjadi banyak. Allah bekerja dalam kesabaran waktu dan Ia menghendaki kita pun setia dalam proses itu. Menutup tahun ini, kita diajak untuk percaya bahwa apa yang kita rawat dengan setia hari demi hari akan berbuah pada waktunya, karena Terang sejati terus menyinari perjalanan hidup kita.

Doa: Ya Allah, sumber waktu dan kehidupan, kami bersyukur atas setiap hari yang telah Engkau anugerahkan. Ajarlah kami menghargai waktu dengan kesetiaan pada hal-hal kecil, agar dalam proses hidup kami bertumbuh sesuai kehendak-Mu. Terangi langkah kami dengan Sabda-Mu, supaya kami tetap setia pada kebenaran dan berbuah pada waktunya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.