Misteri paling besar dari iman Kristiani, yaitu misteri Trinitas/Tri Tunggal Mahakudus: Bapa-Putera dan Roh
Kudus. Tuhan mengundang kita selalu
untuk meneladani semangat hidup dalam persekutuan kasih yang terjalin antara
Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dengan menyadari martabat kita sebagai Putera/i Allah. Sudah sepatutnya
kita berusaha mengarahkan seluruh hidup
kita kepada Bapa, dengan perintah Putera dan dengan kerelaan hati untuk dijiwai
Roh Kudus.
“Roh Kebenaran akan memimpin kamu
ke dalam seluruh kebenaran; …Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan
datang,” (Yoh 16:13).
Roh Kebenaran ialah sebutan Roh
Kudus yang selalu melawan kebohongan... yang demikian kuatnya menguasai manusia.
Peranannya
ialah memampukan pengikut Sang Guru untuk memahami secara lebih mendalam apa
yang sudah pernah dinyatakan olehnya, serta menghadirkan sabdanya dengan cara
baru, sesuai dengan perubahan zaman.
Bagaimana
dengan “hal-hal yang akan datang”? Manusia selalu mau tahu apa yang akan
terjadi. Tetapi, Roh Kebenaran tak mau tahu ramalan, horoskop, atau berbagai
prakiraan nasib! Maka, ia menjadikan manusia pandai memandang kenyataan hidup
sehari-hari dalam terang masa lampau Sang Guru.
Kalau
itu terjadi, mata biasa manusia berubah menjadi mata Sang Guru, bahkan ‘mata’
Sang Bapa, sebab mereka bersatu kekal dalam kasih.
Yang dinyatakan Allah kepada manusia adalah semua kebenaran. Kebenaran
itu adalah milik dan pemberian Allah. Sangat jelas di sini bahwa kebenaran
bukanlah hasil penemuan manusia, melainkan semata-mata anugerah Allah.
Kebenaran bukanlah ciptaan manusia, melainkan ia sudah ada dan menanti supaya
ditemukan. Semua kebenaran adalah kebenaran Allah dan pernyataan dari segala
kebenaran adalah pekerjaan Allah Roh Kudus.
Suatu keistimewaan Yesus ialah bahwa ia tidak pernah bisa diselidiki secara
tuntas. Tak ada seorangpun telah dapat memahami semua yang tidak pernah Ia
katakan. Juga belum pernah ada orang yang secara sempurna mengerjakan dan
menghayati segala yang diajarkan oleh Kristus tentang hidup dan kepercayaan.
Pernyataan merupakan penyebaran atau penerapan yang terus menerus dari apa dan
siapa sebenarnya Yesus itu. Yang disampaikan kepada kita bukan diambil dari
sebuah kitab atau dari diri suatu pengakuan iman, melainkan dari seorang pribadi yang hidup. Semakin dekat
dengan Kristus, semakin baik kita mengenal Dia. Semakin kita berubah seperti
Dia, semakin erat hubungan kita dengan Dia. Cinta dapat merasakan kehadiran
Yesus, kita harus menerima Dia sebagai Tuhan.
Pada perayaan kita minggu ini, kita rayakan sebagai
HR Tri Tunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Bapa, Putera dan Roh Kudus
adalah nama-nama yang sering kita sebutkan. Inilah nama ketiga pribadi
Tritunggal Mahakudus, yang sering kita tidak pahami arti dan maknanya secara
persis.
Mari saudara/ri pendengarku terkasih, sambil membiarkan
ketidakmampuan kita menyelami misteri ini, marilah dalam terang iman, kita coba
renungkan kembali beberapa pokok fundamental untuk memperdalam dan memperkaya
iman kita akan Allah Tritunggal Mahakudus.
Pertama, Hari Raya Agung ini sebenarnya
memperkenalkan kita siapa Allah itu: Dia adalah 1 Allah 3 Pribadi: Bapa, Putera
dan Roh Kudus. Allah itu satu dan sama dalam hakekatNya, Allah Bapa, Allah
Putera dan Allah Roh Kudus, tapi berbeda
dalam kepribadian: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Ini berarti, di dalam ketiga
Pribadi Ilahi, Ke-Allahan ada dan dihayati secara penuh dan utuh.
Kedua…di dalam Allah Tri Tunggal
Mahakudus, terdapat satu komunio, persekutuan dan relasi cinta yang
Mahasempurna. Allah yang dari hakekatNya adalah Kasih sejati, rela meluapkan,
memperpanjang dan memperluas, dan menghidupi kasih di antara Ke-Tiga Pribadi
Ilahi secara abadi. Di dalam Allah terdapat satu Relasi Antar Pribadi paling
sempurna, yang dilandasi dan dijiwai kasih.
Dan hal yang Ketiga, misteri Allah
Tritunggal selalu menyangkut kita, umat manusia. Dalam sejarah, Allah tampil
sebagai Pencipta dan Penebus satu-satuNya yang menyatakan kasihNya secara
konkrit dalam sejarah pembentukan bangsa Israel menjadi Umat KepilihanNya.
Dalam PB, Allah tampil sebagai Bapa Mahakasih, Yang mengutus PuterNya Yesus
Kristus, Sang Penyelamat dan Penebus. Dalam diri Yesus Kristus, semua orang
dipanggil kepada keselamatan dan diangkat menjadi Putera/i Allah, yang membentuk
kesatuan umat beriman di dalam Gereja. Allah tetap menyelenggarakan kehidupan
umat beriman dalam kuasa Roh Kudus yang penuh kasih. Inilah Roh yang
menyanggupkan semua orang menyapa Allah sebagai Bapa, Aba. Inilah panggilan
yang mengandung harapan untuk menerima segala janji keselamatan, yang terungkap
dalam mati dan bangkit untuk dimuliakan
bersama Kristus.
Misteri Allah Tritunggal
Mahakudus yang kita rayakan hari ini, semestinya mengundang kita untuk
menyadari sepenuhnya bahwa Allah itu tetap lain dan berbeda dari kita sebagai
Misteri tak terselami, tapi tidak pernah mau menikmati Ke-Allahan dan kepenuhan
KebahagiaanNya untuk diri sendiri. Dia adalah Allah yang menghendaki
persekutuan. Allah Tritunggal Mahakudus bukanlah Allah yang egois, tapi Allah
yang ingin membagi dengan yang lain.
Bila kita ingin menghayati
semangat hidup Allah Tritunggal Mahakudus, kitapun harus rela tinggalkan
egoisme dan lebih menghayati semangat
altruistis, hidup dalam semangat
persekutuan dan penuh perhatian terhadap yang lain.
Pesta hari ini juga mengundang
kita untuk menghayati semangat pembaptisan kita dengan lebih hidup. Kita yang
telah dibaptis dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, jangan sampai
menghinakan Ke-Tiga Pribadi Mahakudus ini dengan sikap dan tindakan kita yang
tidak sepadan dan tidak pantas. Jangan sampai kita begitu bersemangat untuk
beragama baru, lalu kita minta dibaptis
ulang dengan nama harta dan kenikmatan dan kuasa.
Kita juga hari ini diundang untuk
semakin teguh beriman kepada Kristus yang hadir secara misterius dalam
kehidupan Gereja dan dalam hidup kita. Seringkali dalam praktek hidup, kita
tahu persis bahwa sesuatu itu jahat di mata Tuhan, tapi kita juga ikut lakukan
hanya karena alasan bahwa semua orang toh buat. Inilah sikap kompromistis
dengan semangat duniawi, yang menceburkan kita ke dalam hidup di luar semangat
Allah Tritunggal Mahakudus. Berbahagialah kita kalau kita berani melawan
kejahatan, karena dengan demikian kita konsekuen mengimani Allah Tritunggal
Mahakudus dan mengakuiNya sebagai sungguh penguasa tunggal atas hidup kita.
Kalau demikian kita boleh dengan bangga menyebut mereka dalam doa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar