Sabtu, 25 Mei 2013

TRITUNGGAL MAHAKUDUS


Misteri paling besar dari iman Kristiani, yaitu misteri Trinitas/Tri Tunggal Mahakudus: Bapa-Putera dan Roh Kudus. Tuhan mengundang kita selalu untuk meneladani semangat hidup dalam persekutuan kasih yang terjalin antara Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dengan menyadari martabat kita sebagai Putera/i Allah. Sudah sepatutnya kita berusaha mengarahkan seluruh  hidup kita kepada Bapa, dengan perintah Putera dan dengan kerelaan hati untuk dijiwai Roh Kudus.

“Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; …Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang,” (Yoh 16:13).
Roh Kebenaran ialah sebutan Roh Kudus yang selalu melawan kebohongan... yang demikian kuatnya menguasai manusia.
Peranannya ialah memampukan pengikut Sang Guru untuk memahami secara lebih mendalam apa yang sudah pernah dinyatakan olehnya, serta menghadirkan sabdanya dengan cara baru, sesuai dengan perubahan zaman.
Bagaimana dengan “hal-hal yang akan datang”? Manusia selalu mau tahu apa yang akan terjadi. Tetapi, Roh Kebenaran tak mau tahu ramalan, horoskop, atau berbagai prakiraan nasib! Maka, ia menjadikan manusia pandai memandang kenyataan hidup sehari-hari dalam terang masa lampau Sang Guru.
Kalau itu terjadi, mata biasa manusia berubah menjadi mata Sang Guru, bahkan ‘mata’ Sang Bapa, sebab mereka bersatu kekal dalam kasih.
Yang dinyatakan Allah kepada manusia adalah semua kebenaran. Kebenaran
itu adalah milik dan pemberian Allah. Sangat jelas di sini bahwa kebenaran bukanlah hasil penemuan manusia, melainkan semata-mata anugerah Allah. Kebenaran bukanlah ciptaan manusia, melainkan ia sudah ada dan menanti supaya ditemukan. Semua kebenaran adalah kebenaran Allah dan pernyataan dari segala kebenaran adalah pekerjaan Allah Roh Kudus.
Suatu keistimewaan Yesus ialah bahwa ia tidak pernah bisa diselidiki secara tuntas. Tak ada seorangpun telah dapat memahami semua yang tidak pernah Ia katakan. Juga belum pernah ada orang yang secara sempurna mengerjakan dan menghayati segala yang diajarkan oleh Kristus tentang hidup dan kepercayaan. Pernyataan merupakan penyebaran atau penerapan yang terus menerus dari apa dan siapa sebenarnya Yesus itu. Yang disampaikan kepada kita bukan diambil dari sebuah kitab atau dari diri suatu pengakuan iman, melainkan dari seorang pribadi yang hidup. Semakin dekat dengan Kristus, semakin baik kita mengenal Dia. Semakin kita berubah seperti Dia, semakin erat hubungan kita dengan Dia. Cinta dapat merasakan kehadiran Yesus, kita harus menerima Dia sebagai Tuhan.
Pada perayaan kita minggu ini, kita rayakan sebagai HR Tri Tunggal Mahakudus, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah nama-nama yang sering kita sebutkan. Inilah nama ketiga pribadi Tritunggal Mahakudus, yang sering kita tidak pahami arti dan maknanya secara persis.
Mari saudara/ri pendengarku terkasih, sambil membiarkan ketidakmampuan kita menyelami misteri ini, marilah dalam terang iman, kita coba renungkan kembali beberapa pokok fundamental untuk memperdalam dan memperkaya iman kita akan Allah Tritunggal Mahakudus.
Pertama, Hari Raya Agung ini sebenarnya memperkenalkan kita siapa Allah itu: Dia adalah 1 Allah 3 Pribadi: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Allah itu satu dan sama dalam hakekatNya, Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, tapi  berbeda dalam kepribadian: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Ini berarti, di dalam ketiga Pribadi Ilahi, Ke-Allahan ada dan dihayati secara penuh dan utuh.
Kedua…di dalam Allah Tri Tunggal Mahakudus, terdapat satu komunio, persekutuan dan relasi cinta yang Mahasempurna. Allah yang dari hakekatNya adalah Kasih sejati, rela meluapkan, memperpanjang dan memperluas, dan menghidupi kasih di antara Ke-Tiga Pribadi Ilahi secara abadi. Di dalam Allah terdapat satu Relasi Antar Pribadi paling sempurna, yang dilandasi dan dijiwai kasih.
Dan hal yang Ketiga, misteri Allah Tritunggal selalu menyangkut kita, umat manusia. Dalam sejarah, Allah tampil sebagai Pencipta dan Penebus satu-satuNya yang menyatakan kasihNya secara konkrit dalam sejarah pembentukan bangsa Israel menjadi Umat KepilihanNya. Dalam PB, Allah tampil sebagai Bapa Mahakasih, Yang mengutus PuterNya Yesus Kristus, Sang Penyelamat dan Penebus. Dalam diri Yesus Kristus, semua orang dipanggil kepada keselamatan dan diangkat menjadi Putera/i Allah, yang membentuk kesatuan umat beriman di dalam Gereja. Allah tetap menyelenggarakan kehidupan umat beriman dalam kuasa Roh Kudus yang penuh kasih. Inilah Roh yang menyanggupkan semua orang menyapa Allah sebagai Bapa, Aba. Inilah panggilan yang mengandung harapan untuk menerima segala janji keselamatan, yang terungkap dalam mati dan bangkit untuk  dimuliakan bersama Kristus.
Misteri Allah Tritunggal Mahakudus yang kita rayakan hari ini, semestinya mengundang kita untuk menyadari sepenuhnya bahwa Allah itu tetap lain dan berbeda dari kita sebagai Misteri tak terselami, tapi tidak pernah mau menikmati Ke-Allahan dan kepenuhan KebahagiaanNya untuk diri sendiri. Dia adalah Allah yang menghendaki persekutuan. Allah Tritunggal Mahakudus bukanlah Allah yang egois, tapi Allah yang ingin membagi dengan yang lain.
Bila kita ingin menghayati semangat hidup Allah Tritunggal Mahakudus, kitapun harus rela tinggalkan egoisme  dan lebih menghayati semangat altruistis,  hidup dalam semangat persekutuan dan penuh perhatian terhadap yang lain.
Pesta hari ini juga mengundang kita untuk menghayati semangat pembaptisan kita dengan lebih hidup. Kita yang telah dibaptis dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, jangan sampai menghinakan Ke-Tiga Pribadi Mahakudus ini dengan sikap dan tindakan kita yang tidak sepadan dan tidak pantas. Jangan sampai kita begitu bersemangat untuk beragama baru,   lalu kita minta dibaptis ulang dengan nama harta dan kenikmatan dan kuasa.
Kita juga hari ini diundang untuk semakin teguh beriman kepada Kristus yang hadir secara misterius dalam kehidupan Gereja dan dalam hidup kita. Seringkali dalam praktek hidup, kita tahu persis bahwa sesuatu itu jahat di mata Tuhan, tapi kita juga ikut lakukan hanya karena alasan bahwa semua orang toh buat. Inilah sikap kompromistis dengan semangat duniawi, yang menceburkan kita ke dalam hidup di luar semangat Allah Tritunggal Mahakudus. Berbahagialah kita kalau kita berani melawan kejahatan, karena dengan demikian kita konsekuen mengimani Allah Tritunggal Mahakudus dan mengakuiNya sebagai sungguh penguasa tunggal atas hidup kita. Kalau demikian kita boleh dengan bangga menyebut mereka dalam doa kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar