Setelah
Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya
dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat
melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." (Matius
9:28)
Sang Guru tampil di publik,
membentuk umat Allah, mengumpulkan orang-orang miskin.
Si buta itu miskin materi, namun
kaya akan Tuhan: “Ya Tuhan kami percaya.”
“Percayakan kamu, bahwa Aku dapat
melakukannya?” pinta Sang Guru. Sang Guru menuntut dari mereka satu sikap yang
baru.
Apa itu? Supaya mereka percaya
kepada Sang Guru, dan yakin akan peranNya yang setia tuntun di medan
petualangan sepanjang sejarah. Sejarah manusia tentunya.
Sikap baru ini menolong orang tuk
tak terlampau silau dengan kemilauan duniwi, silau dengan keberhasilan, lalu
lupa akan yang hakiki.
LD@
Tidak ada komentar:
Posting Komentar